Manfaat Puasa Saat Hamil

Menjadi pertanyaan apakah aman puasa saat hamil? Apa ada pengaruhnya bagi calon bayi jika berpuasa saat hamil terutama saat hamil muda atau trimester pertama?

Amankah Puasa Saat Hamil dan Apa Manfaatnya Puasa Saat Hamil?
Image unsplash.com/@ashtonmullins

Dalam artikel ini akan kami paparkan bahwa puasa saat hamil memiliki banyak manfaat bagi kesehatan ibu dan janin. Hal tersebut terbukti dalam beberapa penelitian ilmiah yang lebih jelasnya akan disampaikan dokter ahli kandungan dibawah ini.

Sebelumnya, bagaimana dengan hukum puasa bagi ibu hamil?

Sudah dari ribuan tahun lalu, puasa merupakan kewajiban bagi umat muslim dan muslimah. Namun bagi muslimah yang sedang hamil, ada kelonggaran boleh tidak berpuasa jika memang tidak mampu atau tidak memungkinkan.

Jika Anda sedang hamil, berarti Anda termasuk golongan yang diberikan kelonggaran itu untuk tidak berpuasa.

Hukum puasa bagi ibu hamil memang sunnah. Namun untuk Bunda yang tetap ingin berpuasa saat hamil, yuk simak tips berikut ini apa saja manfaat jika melakukan puasa dan apakah aman untuk Bunda dan calon bayi saat lahir nanti?

Hal yang Perlu Diperhatikan jika Ingin Puasa Saat Hamil

Bagi Bunda yang sedang hamil diperbolehkan untuk menjalankan ibadah puasa, jika memang kondisi Bunda fit dan sehat, namun saat puasa tetap harus lebih diperhatikan nutrisinya.

Hal Pertama yang Harus Diperhatikan adalah Kondisi Kesehatan Ibu dan Janin

Sebaiknya ibu cek dahulu kondisi kesehatan ke dokter jika merasa tak yakin bahwa kondisi calon bayi aman. Mungkin Bunda merasa mampu, tapi jika ada kondisi kesehatan yang kurang baik bisa berpengaruh pada kehamilan.

Kalau memang Bunda merasa lemah, mungkin sebaiknya meninggalkan puasa untuk menggantinya di hari lain.

Yang Kedua adalah Asupan Nutrisi dan Gizi

Tentu saja ini sangat penting, karena meski sedang berpuasa kebutuhan gizi calon bayi harus tetap terpenuhi.

Puasa saat hamil, bisa mengatur menu saat berbuka, makan malam dan sahur. Banyak-banyaklah konsumsi sayur, buah dan asupan cairan.

Makanan yang perlu dihindari adalah yang terlalu manis dan asin berlebihan. 

Puasa Saat Hamil Muda

Salah satu penelitian, yang diterbitkan pada Jurnal Nutrition (2014), menyebutkan bahwa puasa baru dianggap aman saat kehamilan mencapai level stabil.

Studi itu dilakukan terhadap 130 ibu hamil di Belanda dan menyimpulkan bayi yang lahir dari ibu berpuasa pada trimester awal cenderung memiliki berat lahir rendah dibandingkan bayi yang ibunya tidak puasa ketika hamil trimester awal. Tapi perbandingan berat badan ini termasuk tidak signifikan, karena perbedaan sangat kecil sekali. Namun, jika puasa saat hamil besar tidak akan ada perbedaan berat badan bayi saat lahir.

Namun ada kemungkinan beberapa gejala seperti haus berlebihan, buang air kecil jarang atau urine berwarna gelap, sakit kepala, demam, mual, muntah, gerak janin berkurang, serta nyeri perut seperti kontraksi.

Jika terjadi tanda-tanda seperti itu, maka Bunda jangan memaksakan untuk melanjutkan puasa.

Bagi Bunda yang sedang hamil berikut ini ada tips puasa saat hamil selama Ramadhan sambil tetap menjaga bayi yang sedang dikandung agar kondisi terus sehat hingga kelahirannya kelak.

Sebelumnya akan dibahas apa saja manfaat puasa saat hamil.

Sederet Manfaat Puasa Saat Hamil

Mungkin banyak bumil yang khawatir akan terjadi hal-hal negatif jika puasa saat hamil.

Padahal dalam syariat Islam, ibu hamil dianjurkan berpuasa jika memang mampu. Dan enaknya lagi saat ini telah dikaji dalam berbagai penelitian ilmiah bahwa puasa pada saat hamil memberikan banyak manfaat.

Salah satunya menurut dr. Siti Aisyah, MARS PROKAMI, saat acara Bicara Sehat di RSUI Depok, Rabu 15 Mei 2019 lalu, mengatakan bahwa jika ragu, boleh sehari berpuasa, kemudian periksakan kondisi kesehatan ibu dan calon bayi.

Mudahnya menurut dokter Aisyah, coba dulu, kalau mampu lanjutkan, kalau lemas bisa jadi tanda bumil memang belum mampu. Hal ini bukan menggampangkan, tapi anjurannya berpuasa itu lebih baik karena akan memberikan banyak manfaat bagi ibu dan janin.

Dalam acara tersebut hadir Dr.dr. Rima Irwinda Sp.OG(K) yang kemudian membeberkan hasil sebuah studi dari Turki tentang manfaat puasa saat hamil.

Dokter Rima mengatakan menurut hasil studi tadi, puasa saat hamil akan menurunkan risiko diabetes kehamilan, karena hormon yang mengatur gula darah atau insulin menjadi sensitif. Memang cairan dalam tubuh akan berkurang, tapi itu tidak akan mengurangi berat badan Bumil.

Fakta lagi bahwa puasanya ibu hamil tidak menurunkan kadar Hb (hemoglobin), malah akan meningkatkan kadar ferritin (cadangan besi).

Karena memang cairan tubuh berkurang, maka yang harus diperhatikan adalah banyak minum saat sahur dan berbuka untuk mengurangi resiko infeksi saluran kemih.

Kemudian istimewanya puasa adalah dapat menurunkan kadar kolesterol. Jadi menurut Dokter Rima puasa saat hamil dapat menurunkan kadar lemak jahat dan menstabilkan gula darah.

Lantas adakah pengaruh khusus puasa saat hamil terhadap calon bayi? Dari hasil studi di Turki, menerangkan bahwa tidak ada perubahan pada indeks amnion fluid (cairan ketuban) sehingga tidak akan berpengaruh pada berat badan janin.

Lebih jelasnya, yuk simak bagaimana sih kondisi bayi dari ibu yang puasa saat hamil dibandingkan dengan ibu yang tidak puasa?

Bagaimana dengan kondisi bayi saat dilahirkan?

Untuk meyakinkan Bunda yang ingin puasa saat hamil, berikut adalah beberapa hasil riset yang bermanfaat bagi Bunda semua:

1. Tes Apgar

Tidak ditemukan perbedaan nilai Apgar antara bayi dari ibu yang berpuasa saat hamil dengan ibu hamil yang tidak berpuasa.

Apa Itu? Tes Apgar adalah tes atau pemeriksaan untuk menilai kemampuan bayi baru lahir beradaptasi terhadap kehidupan di luar rahim Bundanya.

5 hal pokok yang akan diperiksa pada tes ini, yaitu:
1. Penampilan, yang dilihat dari warna kulit.
2. Frekuensi denyut jantung.
3. Grimace: Usaha bernapas yang dilihat dari kuat lemahnya tangisan.
4. Aktif atau tidaknya tonus otot.
5. Reflex: Reaksi spontan atas rangsang yang datang.

2. Berat badan bayi

Nah, puasa bagi ibu hamil itu sah saja meski di trimester pertama. Karena menurut penelitian berat badan bayi yang dikandung ibu hamil yang sedang berpuasa hanya sedikit lebih rendah daripada ibu yang tidak berpuasa.
Perbedaan memang agak banyak, namun tidak signifikan, jika puasa dilakukan pada kehamilan trimester pertama. Jadi selama merasa mampu berpuasa Bunda tidak perlu khawatir.

3. Panjang bayi

Lagi-lagi ada perbedaan yang sangat sedikit dan sama sekali tidak signifikan, dimana bayi yang lahir dari ibu yang puasa saat hamil ataupun saat konsepsi sedikit lebih pendek dan lebih kurus daripada bayi dari ibu yang tidak puasa. Sekali lagi ini tidak signifikan.

4. Kondisi kimia darah Bunda saat hamil

Ada perubahan keseimbangan kimia darah berubah saat berpuasa. Tetapi sekali lagi ini tidak membahayakan ibu hamil serta bayi dalam kandungannya.

5. Waktu kelahiran bayi

Istimewanya, ibu yang puasa saat hamil di minggu 20 hingga 37 berisiko melahirkan lebih cepat. Baik tanggal kelahiran maupun proses kelahiran lebih mudah.

Dapat disimpulkan bahwa hasil penelitian tentang kondisi bayi dari ibu yang puasa saat hamil tidaklah berbeda dengan ibu yang tidak puasa. Malah terdapat poin yang bagus dengan puasanya ibu saat hamil.

Tak hanya khusus ibu hamil, kita tahu semua orang perlu pertahankan lemak di perut tetap rendah agar tidak sampai menimbulkan penyakit kardiovaskuler dan diabetes melitus. Nah, puasa saat hamil menurunkan ketebalan lemak viseral rongga perut.

Jadi intinya puasa saat hamil sangat banyak manfaatnya. Tapi kenapa dalam syariah Islam, ibu hamil diberikan kelonggaran untuk tidak melaksanakan ibadah wajib puasa?

Karena ada kondisi dimana ibu hamil sebaiknya tidak berpuasa. Berikut pembahasan selanjutnya.

4 Kondisi yang Membolehkan Ibu Hamil Membatalkan Puasa dan Bisa Mengganti di Hari Lain

Ibu hamil yang memang tidak kuat untuk berpuasa, apalagi mengalami beberapa kondisi seperti di bawah ini sebaiknya tidak melakukan puasa terlebih dahulu.

1. Mengalami Dehidrasi

Jika Bunda mengalami dehidrasi saat berpuasa, disarankan agar membatalkan puasanya. Dan penuhi cairan tubuh dengan minum air putih secukupnya. Karena kenapa, dehidrasi saat hamil bisa sangat fatal akibatnya seperti cidera sel otak atau bahkan lebih parah lagi.

2. Mengalami Mimisan

Ibu hamil yang berpuasa lalu mengalami mimisan sebaiknya segera membatalkan puasanya. Karena mimisan ini terjadi akibat hormon kehamilan yang membuat aliran darah meningkat hal ini pula terjadi pada hidung, hingga membuat mimisan.

Yang dikhawatirkan adalah jika sampai mimisan ini terjadi lebih dari 30 menit, akan membuat sulit bernafas, pusing serta nyeri di dada.

3. Bayi Kurang Aktif Bergerak Tidak Seperti Biasanya

Untuk yang satu ini ibu bisa merasakannya, jika saat tidak puasa calon bayi aktif bergerak, namun saat ibu berpuasa dan bayi jadi kurang aktif bergerak, sebaiknya ibu membatalkan puasa.

Hal ini bisa jadi tanda nutrisinya tidak tercukupi dengan baik karena Bunda puasa. Jika selama puasa ibu merasakan bayi malah tidak bergerak sama sekali maka sebaiknya membatalkan puasa dan segera periksa ke dokter.

4. Mempunyai Risiko Tekanan Darah Tinggi

Jika Bunda memang sudah mempunyai riwayat darah tinggi maka sebaiknya tidak melanjutkan puasa apalagi saat puasa merasa pusing, mata berkunang-kunang, sakit kepala hebat, bengkak di kaki dan tangan, sulit bernafas, mual, muntah atau bahkan pingsan.

Nah Bunda, itulah beberapa kondisi seharusnya Bunda tidak memaksakan untuk berpuasa ketika hamil. Semoga informasi ini dapat membantu. Bunda jadi bisa menjalankan ibadah puasa dengan lebih tenang walaupun sedang hamil.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel